Warga Abai Pakai Masker

KEPATUHAN BERMASKER: Padagang ikan di Pasar Flamboyan sedang melayani pembeli. Masih ada sejumlah pedagang di pasar yang belum tertib menggunakan masker guna memutus penyebaran Covid-19. HARYADI/PONTIANAKPOST

PONTIANAK – Dinas Kesehatan Kota Pontianak melakukan survei kepatuhan masyarakat menggunakan masker di pasar tradisional. Survei itu dilakukan pada Senin, 14 September 2020.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Pontianak, Sidiq Handanu mengatakan, survei dilakukan setiap pekan. Dari data di atas pencapaian kepatuhan menggunakan masker masih sangat rendah. Data itu dilakukan pada perbandingan pekan lalu, pada 7 September 2020.

“Kepatuhan menggunakan yang diharapkan adalah lebih besar dari 90 persen sehingga masyarakat masih perlu untuk di edukasi dalam penggunaan masker,” kata Sidiq di Pontianak, kemarin.

Sidiq mengatakan jika pun menggunakan masker tapi cara penggunaan yang tidak benar. seperti menggunakan dipasang di leher dan kemudian dipegang.

Sidiq melanjutkan dari survei ini mendoron perubahan perilaku masyarakat dalam penerapan protokol kesehatan Covid 19. Memberikan edukasi ke masyarakat untuk tetap menggunakan masker.

Jika dikaitkan ke Gugus Tugas Covid-19 di Kota Pontianak, maka penegakan hukum bagi masyarakat yang tidak taat terhadap protokol kesehatan Covid 19 dilakukan oleh Satpol PP.

“Kami bersama-sama, edukasi sekaligus penegakan hukum. Yang tidak pakai masker dikenakan denda, tetapi kami berusaha untuk edukasi terlebih dahulu,” jelas Sidiq.

Survei itu dilakukan pada lima kecamatan di Kota Pontianak. Masing-masing kecamatan ada yang memiliki satu pasar tradisional dan ada yang lima. Pontianak Selatan misalnya. Survei dilakukan di Pasar Flamboyan. Jumlah yang dipantau 100 orang. Hasilnnya hanya 58 orang saja menggunakan masker dan sisanya 42 orang tidak. Sementara jika survei pada 7 September 2020 dari 100 orang yang dipantau, sebanyak 67 orang menggunakan masker.

Berbeda dengan Pasar Sungai Raya Dalam Kecamatan Pontianak Tenggara. Ada 100 orang yang dipantau dan yang menggunakan masker sebanyak 69 orang. Sedangkan 31 orang tidak. Jika dibandingkan survei tanggal 7 September 2020, terjadi peningkatan karena dari 100 orang yang dipantau, hanya 54 orang yang menggunakan masker.

Kemudian di Pontinak Timur survei yang dilakukan di dua pasar tradisional, Pasar Kenanga, Pasar Saigon, justru mengalami peningkatan. Contohnya pada Pasar Kenangan. Ada 100 yang dipantau dan yang menggunakan masker hanya 43 orang dan 57 yang tidak. Meningkat dibandingkan survei pada 7 September 2020, yakni hanya 39 orang saja yang menggunakan masker.

Lalu di Kecamatan Pontianak Kota. Survei dilakukan di empat pasar. Pasar Mawar, Pasar Pagi Jalan Dr Wahidin, Pasar Pagi Jalan Paralel Sungai Jawi dan Pasar Kemuning. Setiap pasar dipantau 100 orang kecuali hanya Pasar Mawar hanya 78 orang dan Pasar Pagi Jalan Paralel 108 orang.

Dari empat pasar itu jumlah masyarakat yang dipantau dan menggunakan masker di tiga pasar menurun jika dibandingkan pada survei tanggal 7 September 2020. Yakni di Pasar Mawar, Pasar Pagi Jalan Dr Wahidin dan Pasar Pagi. Sementara Pasar Pagi Jalan Paralel Sungai Jawi naik dari 48 yang menggunakan masker pada 7 September. Sementara tanggal 14 September naik menjadi 60. Meski demikian belum mencapai 90 persen dari jumlah yang disurvei.

Lalu Pontianak Barat survei dilakukan di empat pasar dengan jumlah yang dipantau 100 orang. Pasar yang disurvei, Pasar Teratai, Pasar Belimbing, Pasar Dahlia dan Pasar Ibu. Tiga pasar yang disurvei untuk penggunaan masker mengalami kenaikan. Pasar Belimbing, Pasar Dahlia dan Pasar Ibu Sedangkan satu pasar turun yakni Pasar Teratai.

Untuk Pontianak Utara survei dilakukan di Pasar Puring dan Pasar Lamtana. Tingkat penggunaan masyarakat yang menggunakan masker di dua pasar ini juga turun. Contohnya di Pasar Puring, dari 100 orang di Pasar hanya 34 orang menggunakan masker. Jumlahnya lebih rendah jika dibandingkan survei pada 7 September 2020 sebanyak 41 orang.

Sementara itu Sidiq menyebutkan ada 196 kasus konfirmasi Covid-19 di Kota Pontianak hingga saat ini. Dari data yang disampaikan Sidiq, ada lima orang yang menjalani RSUD Soedarso. Lalu dirawat di rumah karantina ada lima orang. Sedangkan yang isolasi mandiri ada 11 orang.

“Selebihnya mereka yang dinyatakan sudah sembuh,” kata Sidiq.

Sidiq menambahkan Kota Pontianak ada satu orang meninggal dunia dari catatan kasus Covid-19. Mereka yang meninggal dunia ini karena memiliki penyakit bawaan atau komorbid.

Sidiq menambahkan mereka dengan penyakit bawaan itupun minim aktivitas di luar rumah. Mereka bisa terkonfirmasi positif Covid-19 karena berinteraksi dengan anggota keluarganya yang lebih sering berada di luar rumah.

“Jadi proses transfer seperti itu. Anggota keluarga sering keluar rumah dan tidak menjalankan protokol kesehatan, biasanya menularkan ke mereka di rumah. Rata-rata seperti itu yang terjadi,” kata Sidiq.

Menurut Sidiq kepatuhan akan protokol kesehatan Covid 19 di keluarga paling utama untuk melindungi mereka dengan penyakit bawaan agar tidak terkena Covid-19. “Jika kemudian di rumah pun bisa menjaga diri. Misalnya menjaga jarak dan lainnya,” pungkas Sidiq. (mse)

loading...