Warga Binaan Lapas Produksi APD

PONTIANAK – Meski menjalani masa hukuman, warga binaan Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas 2A Pontianak buktikan diri memiliki keterampilan. Buktinya mereka mampu membuat alat pelindung diri (APD) untuk mencegah terpapar Covid-19.

Kepala Lapas Klas II A Pontianak Farhan Hidayat, membenarkan jika ada lima warga binaannya yang sejak beberapa waktu lalu memproduksi APD.

Dia menjelaskan, warga binaan itu membuat APD dengan target berjumlah 600 lembar, dengan rincian masing-masing masker, baju hazmat dan pelindung wajah (face shield) sebanyak 200 lembar. .

Farhan menuturkan, APD itu rencananya akan disumbangkan kepada Pemerintah Kabupaten Kubu Raya, karena banyak rumah sakit dan puskesmas yang tenaga medisnya membutuhkan.

“Lima warga binaan ini bekerja dengan target per harinya 20 paket, dan target maksimalnya 200 lembar untuk setiap jenis APD” ” kata Farhan, Rabu (3/6).

Farhan mengatakan, kegiatan itu memang dadakan. Dimana pihaknya mengalihkan anggaran sebesar Rp
40 juta, dari yang sebelumnya untuk kegiatan pembinaan warga binaan, yang saat ini diperuntukkan membuat APD.

“Kami yakin, tenaga medis sebagai garda terakhir yang menangani covid-19 sangat membutuhkan APD ini,” ucapnya.

Farhan mengaku, proses pembuatan APD itu sedikit terkendala, sehingga hasil yang dicapai dalam setiap pekerjaannya tidak terlalu banyak. Adapun kendala yang dihadapi, bahan harus dibeli dari pulau Jawa, butuh waktu lama. (adg)