Warga Kekurangan Bahan Makanan

BERTAHAN: Warga terdampak banjir di Nanga Pinoh yang bertahan di tingkat dua rumahnya, Rabu (16/9). ISTIMEWA

720 Korban Banjir Mengungsi

MELAWI – Banjir sampai saat ini masih menggenangi Kabupaten Melawi. Penyaluran bantuan terhambat oleh akses darat yang terputus. Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Melawi, Syafarudin menjelaskan, di Nanga Pinoh ada 720 jiwa yang mengungsi di sepuluh titik pengungsian. Yakni Gedung Serba Guna, SDN 6 Nanga Pinoh, SDN 3 Nanga Pinoh dan, Markas Batalion Kompi 642/Kapuas. Juga ada di belakang Mitra Robi, Pesantren KKLK, Natai Gunung, Sungai Tebelian, Kenual Pantai, dan Gereja HKBP.

“Sedangkan yang pengungsi mandiri yang berada di rumah-rumah penduduk sekitar berjumlah ribuan,” katanya, Rabu (16/9).

Namun seperti yang diutarakan oleh Syafarudin, pengungsi dan warga yang terdampak banjir masih kekurangan bahan makanan, air bersih, serta obat-obat untuk sakit perut dan gatal-gatal.

Terputusnya akses darat juga menjadi kendala yang membuat BPBD Melawi kesulitan dalam menyalurkan bantuan. “Masalahnya ada lokasi yang tidak bisa kita jangkau,” ungkapnya.

Syafarudin menambahkan, saat ini kondisi air masih tertahan. Kedalaman air paling tinggi ada di daerah sekitar sungai sampai 3 meter. Di daerah lain rata 1,5 meter. “Dalam dua hari ke depan, banjir di Melawi kemungkinan akan surut,” tambah Syafarudin.

Selain BPBD Melawi, jajaran TNI dan Polri, Satpol PP, Dinas Perhubungan Kabupaten Melawi, PMI, Basarnas Sintang dan Tagana juga saling bekerjasama dalam membantu masyarakat dalam menghadapi banjir.

Posko terpadu dapur umum yang menyediakan makanan untuk pengungsi mendapatkan bantuan bahan makanan dari masyarakat dan Polres Melawi. “Posko dapur umum menerima bantuan ikan dari masyarakat dan dari Kapolres Melawi dua dus roti,” ujarnya.

Selain instansi pemerintah terkait dan aparat yang turun membantu penanganan banjir, warga juga sukarela membantu mengevakuasi warga yang terjebak banjir. Salah satunya Agus Pratama, ketua organisasi pemuda di Desa Sidomulyo.

Ia bersama pemuda lainnya bahu membahu membantu mengangkut warga yang ingin mengungsi dari rumah yang terendam banjir ke titik-titik pengungsian. “Kadang ada juga warga yang menolak mengungsi dengan alasan menjaga barang-barang di rumahnya,” ucapnya, Rabu (16/9).

Ia juga membantu menyalurkan bantuan yang datang. Namun Agus mengaku, relawan yang ada di lapangan terkendala oleh kekurangan alat angkut yang digunakan untuk mengevakuasi orang dan menyalurkan bantuan.

“Di sini kekurangan perahu. Alat yang disediakan BPBD terbatas, jadi harus bergiliran memakainya. Jadi kami menggunakan perahu yang disewakan warga,” ucapnya.

Merujuk data yang dikeluarkan Pusdalops BNPB Selasa (16/9) pukul 15.15 WIB, bencana banjir tersebut meluas hingga 10 kecamatan dan mengakibatkan 22.072 KK / 88.288 jiwa terdampak, selain itu juga berdampak pada 20.460 rumah serta 196 unit fasilitas umum.

Adapun kesepuluh kecamatan tersebut ialah, Kecamatan Pinoh Selatan, Kecamatan Sayan, Kecamatan Sokan, Kecamatan Nanga Pingo, Kecamatan Pinoh Utara, Kecamatan Tanah Pinoh Barat, Kecamatan Tanah Pinoh, Kecamatan Menukung, Kecamatan Ella Hilir dan Kecamatan Belimbing Hulu.

Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD Kabupaten Melawi telah berkoordinasi TNI / Polri dan aparat desa setempat untuk melakukan assesment. Bantuan logistik mulai didistribusikan oleh PMI Kab. Melawi sebanyak 190 paket bahan makanan di kecamatan Pinoh Utara. BPBD Kalimantan Barat mendistribusikan 50 paket logistik ke kecamatan Sayan.

Sementara itu menurut prakiraan cuaca Dasarian II dari Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG), potensi hujan dengan intensitas menengah hingga tinggi masih akan terjadi di Melawi.

Menyikapi potensi yang masih tinggi, BNPB mengimbau masyarakat agar waspada potensi hujan yang disertai petir/kilat dan siap siaga mengantisipasi dampak fenomena alam lainnya, seperti banjir, banjir bandang, tanah longsor dan angin kencang.

Selain itu BNPB meminta agar pemangku kebijakan di daerah dapat melakukan upaya mitigasi bencana dan segera mengambil tindakan yang dianggap perlu dalam kaitan pengurangan risiko bencana. (ris)

loading...