Warga Keluhkan Listrik-Pendidikan

DIALOG: Masyarakat Desa Panggi Agung, Kecamatan Ketungau Tengah ajak DPRD Sintang dialog soal pembangunan.FOTO ISTIMEWA

SINTANG-Masyarakat Desa Panggi Agung, Kecamatan Ketungau Tengah meresahkan masalah sulitnya sinyal dan perihal pendidikan. Kepala Desa Panggi Agung, Hikman Elia menyebutkan, bahwa masyarakatnya sangat mengharapkan solusi untuk masalah sulitnya sinyal guna berkomunikasi di sekitar desa. Lalu ada pula keluhan pada bidang pendidikan terkait dengan beberapa kendala dalam proses belajar mengajar di SMA yang ada di desa ini.

“Kami juga mau memohon untuk adanya pengadaan air bersih pak,” ujar Hikman. “Semoga dengan adanya pemyampaian dari kami ini, bapak-ibu wakil rakyat ini bisa membantu memberikan arahan, solusi dan bantuan berupa materil dan moril bagi kami,” tambahnya.

Dengan adanya kedatangan DPRD Sintang ke Desa Panggi Agung. Hikman juga mengatakan,  pihaknya ingin menggunakan momen dialog ini untuk menyampaikan sejumlah capaian pembangunan yang ada di desanya. Selain itu ia bersama dengan beberapa pemuka masyarakat setempat menerangkan kendala-kendala pembangunan yang terjadi.

“Kami ucapkan terima kasih kepada bapak Ketua dewan bersama rombongan untuk kepeduliannya, karna sudah mau singgah di tempat kami, terlebih lagi mau berdialog dengan kami di sini,” kata Hikman. “Gedung Gereja Efata ini adalah salah satu pembangunan yang kami buat namun belum selesai karna kami masih kekurangan dana,” lanjutnya sambil menunjukkan jendela dan pintu yang belum ada.

Sementara itu, Ketua DPRD Sintang yang turut hadir dalam dialog tersebut, berjanji akan membicarakan berbagai aspirasi ini dalam sidang-sidang dan rapat komisi di Gedung DPRD. Untuk persoalan pendidikan menengah atas yang ada pihaknya hanya dapat mengupayakan untuk memfasilitasi masyarakat untuk berkomunikasi dengan pemerintah provinsi, karena hal ini ada dalam kewenangan daerah Provinsi Kalimantan Barat.

“Memang masalah terbesar kita di Sintang adalah insfrastuktur. Hal ini bukan hanya soal jalan dan jembatan tapi juga tower sinyal,” kata Ronny. “Kita tuk perlu mudah untuk ketauk kai kabar anak kita yang sekulah di Sintang, yang kuliah di Pontianak kan?,”  ujarnya lagi dalam dialek setempat. Masyarakat setempat serempak menjawab, ‘auk’.

Politisi Partai Nasional Demokrat itu menyampaikan bahwa dirinya bersama dengan Dinas Komunikasi dan Informasi Kabupaten Sintang berencana akan menyambangi Kementerian Komunikasi dan Informasi Republik Indonesia untuk mengajukan pembangunan sejumlah pemancar komunikasi di Sintang. Ronny berharap Desa Panggi Agung dan sekitarnya menjadi salah satu titik penempatan pembangunan tower tersebut.

Terkait pembangunan lainnya Ketua DPRD menjelaskan mekanisme pembangunan yang ada.Bila diajukan tahun 2020 maka realisasinya akan dilakukan pada tahun 2021.

“Ini adalah aturan negara yang harus kita taati bersama bah. Kita berusaha bersama untuk terus bergiat bersama membangun masyarakat,” kata Ronny. “Maka kita harus mengokohkan kerjasama kita, kami sebagai wakil rakyat dan kitak semua masyarakat, kitai tuk saling mengisi dalam proses pembangunan biar kita maju bersama,” pesannya lagi.

Pada kesempatan ini, aspirasi masyarakat setempat disampaikan secara simbolis dengan menyerahkan proposal pengajuan dana pembangunan kepada Ketua DPRD. (fds)

error: Content is protected !!