Warga Meninggal saat Mengantre BLT di Kantor Desa

MENINGGAL: Seorang warga di Sukadana sempat memperoleh perawatan di Klinik Asri sebelum dinyatakan meninggal dunia. ISTIMEWA

SUKADANA – Warga Desa Pangkalan Buton, Kecamatan Sukadana, dikabarkan meninggal saat mengantre pengambilan dana Bantuan Langsung Tunai (BPT) di Desa Pangkalan Buton, Senin (7/9). Hingga berita ini diturunkan, belum diketahui secara pasti penyebab meninggalnya warga tersebut.

Berdasarkan informasi yang diperoleh koran ini, warga yang dimaksud berjenis kelamin wanita yang diperkirakan berumur kurang lebih 70 tahun ke atas. Diceritakan jika yang bersangkutan pergi mengabmil dana BLT bersama anaknya. Dari sumber koran ini menjelaskan bahwa setelah  menyelesaikan administrasi penerima BLT, yang bersangkutan pingsan persis di depan kantor pembangian BLT. Yang bersangkutan sempat dilarikan ke Klinik ASRI di Jalan Sungai Mengkuang. Namun setelah mendapatkan perawatan, tidak lama berselang ibu tersebut meninggal dunia.

Kasi Pelayanan Desa Pangkalan Buton, Junaidi menjelaskan,  warga tersebut datang lebih awal dan duduk di bagian sebelah gedung desa. Namun, dari keterangan yang didapatnya, selang beberapa waktu kemudian warga tersebut pingsan.

“Ibu itu datang agak awal, saya masih kemas-kemas gedung, Beliau duduk di sebelah kanan gedung sana, sekitar jam 9-lah ia datang. Katanya sih pingsan di depan situ, saya juga tidak tahu pasti karena tidak tahu,” kata Junaidi.

Junaidi menambahakan,  sebelum memulai pembagian BLT, ia sempat bersalaman bahkan mencium tangan Almarhumah. Secara kasat mata ia melihat kondisi Almarhumah baik-baik saja, tanpa menunjukkan gejala sakit. Dirinya pun mengaku terkejut mendapat kabar ibu tersebut sudah meninggal sesaat kejadian pingsan.

“Saya lihat sehat-sehat mah, jadi pas orang bank datang, yang lansia-lansia kita dahulukan. Terus tanda tangan, saya foto (untuk dokumentasi). Semua seperti biasa duduk di kursi yang kita sediakan, macam biasa, yang dipanggil ke depan,” ungkapnya.

Untuk Desa Pangkalan Buton sendiri, pembagian BLT ini, diakui dia sudah kali ketiga mereka lakukan. Setiap warga dipastikan dia mendapatkan dana BLT sebanyak Rp600 ribu selama tiga bulan.

“Ini BLT tahap ketiga, perbulankan 600 ribu (rupiah), jadi kalau 3 bulan itu 1.800.000, 230 orang yang menerima BLT di desa kami (Pangkalan Buton, Red),” jelasnya. (dan)

error: Content is protected !!