Warga Mulai Susah Cari Air

TANDA TANGAN: Bupati Sambas, H Atbah Romin Suhaili Lc MH menandatangani pemanfaatan kawasan perbatasan untuk dimanfaatkan peningkatan ekonomi masyarakat.

Untuk Keperluan Rumah dan Airi Sawah

SAMBAS – Cuaca panas kemudian hujan tak kunjung turun yang terjadi di Kabupaten Sambas. Selain menjadi saat rawan terjadinya kebakaran hutan dan lahan. Juga mengakibatkan sejumlah warga dibeberapa daerah ini kesulitan air.

Seperti terjadi diwilayah Dusun Sembuai Desa Parit Raja Kecamatan Sejangkung. Sudah beberapa hari ini, diantara warganya mengaku susah dapatkan air, baik untuk keperluan sehari-hari serta air bersih.

“Telaga kering, stok air sudah habis,” kata Hj Rusnah. Atas kondisi tersebut, dirinya pun merasa kesulitan, karena air tak ada di rumah. “Untuk mandi, mencuci tak ada air. Jadi terpaksa numpang mandi di rumah keluarga,”katanya.

Rumah keluarga yang dimaksud Rusnah, adalah rumah yang dekat dengan sungai besar. Sehingga tak kesulitan air untuk keperluan mandi dan mencuci. Serta rumah keluarga yang daerahnya sudah teraliri air PDAM.

Kesulitan air juga dialami warga Desa Pancur Kecamatan Tangaran. Bahkan, lantaran hujan yang tak kunjung turun hampir satu bulan membuat lahan persawahan mulai gersang dan warga kesulitan untuk menanam padi.

“Warga di sini berhenti menanam padi sekitar sudah satu bulanan, tanah pun mulai gersang disebabkan tidak ada air,” kata Yunita warga Desa Pancur. Bahkan saat ini, menjadi waktu paling lama tak menanam padi akibat tidak adanya air.

Atas kondisi ini, dirinya mengharapkan hujan bisa segera turun. Agar sawah bisa ditanam padi, atau komoditi lainnya.

Saat seperti ini, warga Desa Pancur juga meresahkan kondisi keadaan jalan. Dimana jalan debu begitu kuat saat dilewati kendaraan roda dua maupun maupun roda empat. Warga khawatir, ini akan berdampak tidak baik bagi kesehatan.(fah/gtr)

loading...