Warga Pontianak Pesan Bahan Baku Tembakau Gorila dari Belanda

Dirnarkoba Kombes Pol Gembong Yudha menjelaskan tentang canabis sintetis kepada Kapolda dan Gubernur. foto Shando Safela

Transaksi Menggunakan Bitcoin

PONTIANAK- Direktorat Reserse Narkoba Polda membongkar jaringan narkotika jenis Canabis Sintetis atau bahan dasar campuran pembuatan tembakau Gorila asal Belanda.

Selain mengamankan barang bukti, Dit Narkoba Polda Kalbar juga mengamankan dua orang pelaku, masing-masing berinisial U, warga Pontianak dan A, warga Bandung, Jawa Barat.

Direktur Reserse Narkoba Polda Kalbar Kombes Pol Gembong Yudha mengatakan, pengungkapan kasus narkotika jenis Canabis Sintetis ini berawal dari informasi tentang adanya pengiriman barang (narkotika) dari Belanda tujuan Pontianak.

Dari informasi itu, pihaknya melakukan penyelidikan. Ternyata benar. Narkotika jenis Canabis Sintetis atau bahan dasar pembuatan Tembakau Gorila itu dipesan dari Belanda oleh salah satu tersangka melalui website.

Setelah dilakukan transaksi, barang haram tersebut dikirim ke Pontianak melalui jasa Pos Indonesia.

“Transaksi pembayarannya menggunakan bitcoin,” kata Gembong saat memberikan keterangan pers, Selasa (31/12) sore.

Polisi pun berhasil mengamankan satu orang tersangka berinisial U, warga Pontianak. Setelah dilakukan pengembangan, ternyata dikendalikan dan dibiayai oleh seseorang berinisial A, warga Bandung Jawa Barat.

“Setelah kami amankan tersangka U, kami lakukan pengembangan. Ternyata dia (tersangka U) dikendalikan oleh seseorang berinisial A, warga Bandung. Saat ini keduanya berhasil kita amankan,” bebernya.

Canabis Sintetis merupakan bahan kimia berupa ganja sintetis berbentuk serbuk. Untuk membuat tembakau gorila, serbuk canabis sintetis tersebut dicampur menggunakan air sehingga berbentuk cairan dan kemudian dicampur dengan tembakau.

“Efeknya sangat berbahaya. 10 kali lipat dari ganja,” tegas Gembong.

Saat ini barang bukti lebih dari 300 gram canabis sintetis itu dimusnahkan. (arf)

loading...