Warga Protes Bantuan Listrik Tak Merata, Polsek Sengah Temila Gelar Mediasi

Polsek Sengah Temila membantu memediasi protes yang dilakukan oleh warga RT 18, Dusun Pa’ Upat, Desa Sebatih, Kecamatan Sengah Temila terkait pemasangan instalasi listrik oleh PLN.

Kapolsek Sengah Temila Ipda Hengki membenarkan adanya mediasi tersebut, yang berlangsung di Kantor Camat Sengah Temila pada Rabu (6/11) lalu. “Iya, mediasi berlangsung berkaitan dengan adanya protes dari beberapa warga terutama warga RT 18, Kampung Pa Talo, Paser Putih, dan Bungaris, Dusun Pa’ Upat,” ujar Ipda Hengki kepada Pontianak Post, kemarin.

Diceritakan Kapolsek yang baru menjabat ini, protes bermula dari adanya bantuan pemerintah dan CSR dari PT Agro Nusa Investama (ANI) berupa bantuan pemasangan instalasi listrik PLN di dusun Pa’ Upat, Desa Sebatih.

Dimana pemasangan instalasi listrik hanya mencakup beberapa RT saja, dan hal ini akhirnya memicu protes dari sebagian warga Dusun Pa’ Upat yang kampungnya tidak dialiri oleh PLN.

“Keterangan dari Alexander Manalu selaku Mill Manager PT ANI, besaran dana CSR yang dihibahkan kepada PLN untuk pembangunan instalasi listrik di Dusun Pa’ Upat dapat ditanyakan langsung ke Manejemen Direksi di Jakarta. Karena mereka di daerah hanya menjalankan perintah Menejemen saja,” cerita Kapolsek.

Disampaikan Ipda Hengki, dalam kegiatan mediasi tersebut Camat Sengah Temila Emilius juga menyampaikan bahwa jangan sampe masalah itu justru akan menghambat proses pembangunan instalasi listrik tersebut.

“Camat berpesan, untuk warga Dusun Pa’ Upat yang rumahnya belum dialiri listrik agar bersabar. Karena untuk tahun depan kami akan usahakan untuk mendapat aliran Listrik,” ungkap Kapolsek.

Sementara itu, Kapolsek Sengah Temila yang saat itu diwakili oleh Kanit Intelkam Aiptu Dwi Perlindungan menyampaikan bahwa Polsek Sengah Temila siap membantu pelaksanaan mediasi berjalan dengan tertib.

“Anggota saya saat itu berharap agar permasalahan ini tidak meluas karena kita akan melaksanakan Pilkades. Hendaknya masyarakat menahan diri. Rapat mediasi berakhir sekitar pukul 12.00 WIB,” terang Kapolsek.

Dari hasil mediasi itu dibuat kesepakatan bersama. “Ada beberapa poin kesepakatan, yang intinya bahwa masyarakat Dusun Pa’ Upat sepakat untuk mensukseskan pemasangan instalasi listrik,” pungkasnya. (mif)

 

 

Read Previous

Ajak Anak Lestarikan Permainan Tradisional

Read Next

Ganti Rugi Tak Kunjung Datang, Nelayan Demo Bupati dan Dewan

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *