Melihat Aktivitas Taman Alun Kapuas Setelah Dibuka Kembali
Warga Ramai Kunjungi Taman, Pedagang Warung Apung Senang

JUALAN: Aktivitas jual beli di warung apung di Taman Alun Kapuas kembali aktif. MARSITA RIANDINI/PONTIANAK POST

Pemerintah Kota Pontianak membuka kembali Taman Alun Kapuas. Kebijakan ini disambut gembira masyarakat dan pedagang. Setiap sore, kawasan ini ramai dikunjungi anak-anak hingga dewasa. Ada yang sekadar jalan-jalan, olahraga hingga berjualan.

MARSITA RIANDINI, Pontianak

BERADA di atas perahu tanpa mesin, warung apung itu tak berhenti bergoyang-goyang mengikuti gerak air sungai. Aneka camilan, dan minuman juga ikut bergerak seirama.

Indah Amalia, penjaga di warung itu sedang sibuk melayani pembeli. Memasukkan es sari kacang hijau ke dalam gelas. Kemudian mengambil beberapa tusuk sosis, dan pentol goreng lalu menyerahkan ke pembeli. “Esnya lima ribu segelas, sosisnya empat sepuluh ribu,”katanya kepada pembeli.

Sesekali Indah membetulkan posisinya, karena warung yang terus bergoyang. Sementara ditangannya terdapat sepotong sobekan kardus menutup wajahnya dari sinar matahari.

“Es-nya kak, sosis,” katanya saat saya menyambanginya.

Indah mulai berbagi cerita selama berjualan. Siswa kelas XI ini baru sekitar satu minggu berjualan. Aktivitas sekolah yang belum normal, dimanfaatkan indah untuk bekerja mengisi waktu luangnya. “Kalau sekolah itu kan tiga jam aja, jadi masih bisa lanjut jualan,” katanya.

Awalnya kata Indah, saat kali pertama berjualan kesulitan menyesuaikan keseimbangan tubuh selama di dalam warung. “Kan goyang-goyang terus. Jadi mabuk juga awal-awalnya. Tapi mabuknya pas di rumah,” jelasnya.

Setiap harinya, pedagang warung apung sudah menggelar lapak dagangannya sejak pagi. Mereka melirik rezeki dari para pengunjung yang sedang berolahraga pagi atau sekadar jalan-jalan. “Ada yang dari jam tujuh sudah jualan,” kata Indah.

Jika akhir pekan, pengunjung lebih ramai. Maka kata Indah, semakin banyak dagangannya laku terjual.

Dibukanya kembali Taman Alun Kapuas, juga disambut baik Sinta Oktaviani. Hari itu ia datang seorang diri, duduk di dekat tepian kapuas. Menyaksikan hilir mudik kapal penyeberangan, juga aktivitas pengunjung lain yang sedang berolahraga. Sesekali dibukanya masker dua lapis, menikmati sosis yang dibelinya di warung apung.

“Senang bisa jalan-jalan lagi ke sini. Terakhir sebelum pandemi covid-19,” katanya.

Mahasiswa semester tujuh ini mengatakan, dibukanya kembali Taman Alun memberikan pengaruh bagi pedagang kecil. Banyak dari mereka yang mencari rezeki disini.

“Opaknya dek, popcorn,”kata salah seorang ibu yang menawarkan dagangannya.

Kami kembali melanjutkan obrolan. Selama pandemi ini, kata Sinta ia hanya menghabiskan banyak waktu di dalam kamar kostnya. “Kemarin beberapa kali mau ke sini tutup. Di sini kan juga tidak banyak yak tempat-tempat kayak gini. Jadinya lebih banyak di kost,” ungkapnya.

Semakin sore, pengunjung semakin ramai berdatangan. Banyak anak yang asyik bermain mobil-mobilan. Parkiran juga mulai dipenuhi kendaraan roda dua dan empat.[*]

error: Content is protected !!
Hubungi Kami!