Warga Sui Kunyit Laporkan Pengurus Masjid

BELUM TUNTAS: Pembangunan Masjid Mujahidin yang belum tuntas. WAHYU/PONTIANAKPOST

MEMPAWAH – Masyarakat Desa Sungai Bundung Laut, Kecamatan Sungai Kunyit melaporkan dugaan penggelapan dana pembangunan Masjid Mujahidin. Mereka menduga, uang ganti rugi senilai Rp3,8 miliar dari PT Pelindo II tidak direalisasikan oleh pengurus masjid. Akibatnya, pembangunan masjid tak tuntas dan terbengkalai.

Kasus dugaan penggelapan dilaporkan oleh Buniwan, warga Desa Sungai Bundung Laut, Kecamatan Sungai Kunyit. Dalam Laporan polisi nomor : LP/B/184/VI/Res.1.11/2020/Kalbar/Res Mpw tertanggal 29 Juni 2020 itu, Buniwan menduga telah terjadi penggelapan dana pembangunan yang dilakukan oleh pihak pengurus Masjid Mujahidin, Desa Sungai Bundung Laut.

“Permasalahan ini bermula ketika PT Pelindo II melaksanakan ganti rugi lahan Masjid Mujahidin. Karena, lokasi masjid masuk dalam zona pembangunan Pelabuhan Terminal Kijing. Nilai ganti rugi yang dibayarkan PT Pelindo senilai Rp3,8 miliar,” terang Buniwan kepada Pontianak Post, Selasa (7/7) malam.

Selanjutnya, jelas Buniwan, PT Pelindo II melakukan pencairan dana Rp 3,8 milyar yang ditransfer langsung ke rekening pengurus Masjid Mujahidin atas nama Ketua Zulkifli sebesar Rp 3 milyar dan sisanya Rp 800 juta di transfer ke rekening Mochamad Ali selaku Wakil Ketua.

“Dalam proses pembangunannya, pengurus masjid menunjuk pelaksana pekerjaan dengan nilai anggaran kurang lebih Rp 2,3 milyar. Kemudian, pembangunan pun dimulai sejak April 2019,” paparnya.

Namun, lanjut Buniwan, hingga Oktober 2019 lalu pembangunan Masjid Mujahidin tersendat. Pembangunan yang telah direalisasikan hanya sebatas kerangka masjid. Sejak itulah, pembangunan tidak tuntas dan terbengkali sampai saat ini.

“Pengurus beralasan dana pembangunan sudah habis. Bahkan, pengurus mengatakan sisa dana pembangunan dibawa kabur oleh pelaksana pekerjaan. Dan ketika di cek ke rening pengurus, dana transfer dari PT Pelindo hanya tersisa Rp 548 ribu dan Rp 48 ribu,” ungkapnya.

Sementara itu, tambah Buniwan, realisasi pembangunan Masjid Mujahidin yang telah dilaksanakan pekerja dilapangan diperkirakan tak lebih dari 25-30% saja. Bangunan yang telah dirampungkan hanya kerangka masjid dengan pondasi beton.

“Makanya, kami membuat laporan polisi untuk mengungkap fakta penggunaan anggaran pembangunan Masjid Mujahidin, Desa Sungai Bundung Laut ini. Kami ingin mendapatkan kepastian permasalahannya, hingga dana sebesar Rp 3,8 milyar tidak dapat merampungkan pembangunan masjid ini,” tuturnya.

Terkait proses hukum, Buniwan mengaku masih menunggu hasil penyelidikan dan pengungkapan yang dilaksanakan jajaran Polres Mempawah. Dia berharap proses hukum dalam kasus dugaan pengelapan itu dapat segera dituntaskan.

“Kita menyesalkan dan kecewa dengan realisasi pembangunan Masjid Mujahidin yang tidak rampung dengan dana ganti rugi sebesar Rp3,8 miliar. Padahal, logikanya harusnya dana Rp3,8 miliar sangat cukup untuk merealisasikan pembangunan masjid ini,” pendapatnya.

Kasat Reskrim Polres Mempawah, Iptu Muhammad Resky Rizal membenarkan, adanya laporan dugaan penggelapan dana pembangunan Masjid Mujahidin di Desa Sungai Bundung Laut, Kecamatan Sungai Kunyit. Laporan tersebut disampaikan oleh masyarakat setempat.

“Kemarin, kami sudah melakukan pengecekan fisik. Dalam proses pengecekan ini, kita didampingi oleh pengurus masjid dan masyarakat sekitar. Kita sudah mengambil sampel dan melihat langsung hasil pembangunan dilapangan,” terang Resky, Kamis (9/7) siang.

Selanjutnya, tambah Resky, pihaknya akan melakukan introgasi dan klarifikasi terhadap para saksi yang terlibat dalam kasus dugaan penggelapan itu. Mulai dari pihak panitia pembangunan masjid, pengurus masjid, pihak pemberi PT Pelindo, pihak penerima dan lainnya.

“Untuk sementara laporan yang disampaikan masyarakat yakni dugaan penggelapan dana pembangunan Masjid Mujahidin Desa Sungai Bundung Laut. Yang melapor dari masyarakat setempat. Saat ini, kita lakukan penyelidikan lebih lanjut untuk mengungkap dugaan penggelapan dalam kasus ini,” tegasnya mengakhiri.(wah)

 

error: Content is protected !!