Warga Sukaramai Portal Kebun PT KPAM

PASANG PORTAL: Warga memasang portal di salah satu akses jalan PT. KPAM karena kecewa tidak ditemui oleh pihak perusahaan. ISTIMEWA

MANIS MATA – Puluhan warga Desa Sukaramai, Kecamatan Manis Mata, melakukan penutupan akses jalan di area perkebunan kelapa sawit milik PT. Kalimantan Prima Agro Mandiri (KPAM) pada Minggu (13/9). Warga memortal jalan kebun karena niat warga untuk memediasi serta klarifikasi tindak lanjut terkait konpensasi pengelolaan lahan Desa Sukaramai, tidak ditanggapi oleh pihak perusahaan.

Pemortalan tidak hanya dilakukan di satu lokasi. Pemortalan itu dilakukan agar pihak perusahaan tidak melakukan aktifitasnya di area kebun tersebut sebelum adanya kejelasan sesuai permintaan warga terhadap perusahaan.

Salah satu warga Desa Sukaramai, Dodi Iskandar, mengatakan dilakukan penutupan akses jalan ini karena surat dari warga yang disampaikan kepada PT KPAM dengan tujuan untuk silaturrahmi, mediasi dan klarifikasi terkait tindak lanjut dana pembebasan lahan global atau konpensasi kepada masyarakat Desa Sukaramai pada tanggal 10 September 2020 tidak ditanggapi oleh pihak perusahaan.

“Tujuan kami untuk melakukan silaturrahmi sekaligus mediasi serta klarifikasi ke pihak PT KPAM. Ini merupakan tindak lanjut dari hasil musyawarah pembebasan lahan global dan hutan HCV Desa Sukaramai pada 29 Agustus 2020 yang lalu. Hasil dari musyawarah tersebut antara lain seluruh peserta rapat menolak bahwa dalam pengelolaan lahan Desa Sukaramai dari Rp280 juta, terdapat Rp118.820.000 lahan individu,” katanya.

Dia menjelaskan, hasil musyawarah selanjutnya yaitu semua peserta rapat menyepakati dan meminta kepada pemerintahan desa untuk melakukan negoisasi ulang tentang pembebasan lahan global dan hutan HCV kepada pihak management PT KPAM. Atas dasar tersebut seluruh peserta rapat meminta surat pernyataan tenggang waktu atau kepastian dari pihak management PT KPAM (Dept PAD PT KPAM).

“Apabila surat pernyataan tersebut tidak ditandatangani atau sampai habis masa tenggang waktu yang telah ditentukan, maka seluruh warga peserta rapat akan melakukan penutupan atau pemortalan untuk sementara waktu sampai adanya penyelesaian,” tegasnya.

Dodi menambahkan, dengan tidak ditanggapi niat baik warga untuk silaturrahmi dan mediasi dengan menyampaikan surat ke PT KPAM, maka sebelum ada kejelasan dari perusahaan, pihaknya menutup dengan pemasangan portal di area kebun sawit milik warga Sukaramai. “Tujuan kami hanya minta kejelasan dan ketegasan saja dari pihak PT KPAM tentang kapan waktu akan diadakan mediasi, kalau pun pihak perusahaan sudah memberikan kapan waktu mediasinya, kami akan lakukan pembongkaran terhadap portal yang telah dipasang,” paparnya. (afi)

error: Content is protected !!