Warga Terpaksa Mengungsi

kabut asap

MENGUNGSI: Warga Perumahan Nuansa Serdam memilih untuk mengungsi saat terjadi kebakaran menjelang petang kemarin. Warga membawa bayi, anak-anak dan benda-benda berharga mereka untuk menghindari kebakaran yang makin mendekat. SHANDO SAFELA/PONTIANAK POST

Api Nyaris Hanguskan Perumahan

PONTIANAK – Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di wilayah Sungai Raya Dalam nyaris menghanguskan kompleks perumahan Nuansa Serdam Residence, Kamis (19/9) sore. Api yang membakar semak-semak terus menjalar dan hanya berjarak sekitar 10 meter dari perumahan tersebut. Tak sedikit penghuni kompleks yang panik dan memutuskan untuk meninggalkan rumah.

Salah satunya Humam, penghuni rumah Nomor A 17. Ia tampak panik dan terburu-buru memarkirkan sepeda motor di teras rumah. Humam yang baru saja pulang dari tempat kerjanya di Jalan Adi Sucipto itu langsung memasuki rumah. Tak lama setelah itu, ia kembali keluar dan membawa sebuah tas.

“Kami mau mengungsi dulu. Kasihan istri saya, kalau kami tetap di sini. Dia sedang hamil,” katanya saat ditemui Pontianak Post, kemarin. Namun demikian, pria yang sehari-hari bekerja di perusahaan kelapa sawit itu masih belum mengetahui kemana akan mengungsi.

“Belum tahu, Bang. Mungkin ke hotel untuk sementara ini. Yang penting aman dulu. Karena kalau kondisinya seperti ini, kami takut api menjalar ke rumah,” katanya.

Humam adalah satu dari beberapa warga kompleks yang kediamannya paling dekat dengan lokasi kebakaran. Di samping rumahnya merupakan semak dan hanya berjarak sekitar 10 meter dari lahan yang terbakar.

Sementara itu warga dibantu personel TNI melakukan upaya pemadaman api dengan alat seadanya. Ada yang menggunakan dahan pohon, menyiram air menggunakan ember dan membuat sekat agar api tidak cepat merembet. Saat itu belum ada satu pun armada damkar yang tiba di lokasi.

Kepala Dusun Sungai Raya Dalam, Chairil Anwar mengatakan api muncul sekitar pukul 15.00. Api terus membesar dan merembet ke arah perumahan. “Tadi apinya muncul sekitar jam 15.00 an. Tidak tahu dari mana asalnya,” kata dia saat ditemui Pontianak Post.

Menurutnya, ada beberapa warga yang berencana mengungsi akibat kebakaran lahan itu. Hanya saja, ia belum mendapat laporan berapa jumlah pastinya. “Di sini ada satu orang. Dia bawa anaknya masih kecil. Tapi untuk yang lain, kami masih belum dapat laporan,” kata Chairil Anwar sambil menunjuk salah satu rumah di kompleks tersebut.

Sementara itu, Serda Andi Siswanto, anggota Posko 10 Satgas Karhutla Terpadu mengatakan, pihaknya bersama lima personel TNI lainnya baru mendapatkan laporan warga sekitar pukul 16.00 WIB. Setelah menerima laporan, pihaknya langsung mengecek ke lokasi. Ternyata benar, api sudah mendekati perumahan warga.

“Saat ini yang bisa kami lakukan adalah membuat sekat untuk menghalau laju api agar tidak cepat merembet ke pemukiman karena pemadam belum tiba,” katanya. Sekitar dua jam kemudian, sejumlah armada pemadam kebakaran tiba di lokasi. Api pun bisa dikuasai. Namun tidak menutup kemungkinan, api akan membesar kembali. Hingga tadi malam, pihak pemadam, TNI/ Polri dan warga masih bersiaga di lokasi tersebut. (arf)

Read Previous

Pembukaan Dragon Boat Diselimuti Kabut Asap

Read Next

Pemerintah Bikin Hujan Buatan

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Most Popular