Warkop Ongaku Bengkayang; Usung Konsep ala Tempo Dulu, Tak Berubah Sejak Pertama Berdiri

TETAP BERTAHAN: Warung Kopi Ongaku yang terletak di Pusat Kota Bengkayang. Salah satu keunikan warkop ini adalah cita rasa kopi yang khas ditambah suasana tempo dulu yang masih bertahan.

Masyarakat Kabupaten Bengkayang tentu tak asing dengan Warkop (warung kopi) Ongaku. Ya, warkop yang berdiri di pusat Kota Bengkayang tersebut merupakan salah satu tempat ngopi paling legendaris yang ada di Bumi Sebalo. Apa yang membuat Warkop Ongaku melegenda? Simak ceritanya di bawah ini.

 

Sigit Adriyanto, Bengkayang

 

DIBUKA sejak 1989 silam, Warkop Ongaku tak banyak mengalami perubahan dari awal hingga saat ini. Hal tersebut sekaligus menjadikan Warkop Ongaku sebagai salah satu warkop tertua yang ada di Kabupaten Bengkayang saat ini.

Dari sisi bangunan, interiornya menggambarkan kesan jadul ditambah suasananya pun ala tempo dulu. Itulah ciri khas bagi warkop yang didirikan oleh Chia Bun Sun atau karib disapa Ongaku tersebut. Jadi, wajar rasanya apabila tempat ngopi yang satu ini dikatakan sebagai warkop legendaris dan masih bertahan hingga saat ini di Bengkayang.

“Kita mempertahankan cita rasa kopi yang terkenal harum dan kental. Itu yang menjadi salah satu alasan kenapa kopi di Warkop Ongaku masih sangat diminati para pelanggan kita. Terlebih letak kita yang strategis, yakni di tengah-tengah Pasar Bengkayang dan merupakan pusat Kota Bengkayang,” ujar Ana, salah satu karyawati di Warkop Ongaku kepada Pontianak Post, Jumat (19/3).

Dia juga mengungkapkan bahwa selama berdiri, Warkop Ongaku tak banyak mengalami perubahan. Hal tersebut, kata dia, juga merupakan salah satu yang dijaga oleh pemilik Warkop Ongaku untuk menjaga identitas sebagai tempat ngopi tradisional yang tak tergerus zaman.

Meski di Bengkayang sendiri saat ini mulai banyak berdiri café yang menjual kopi dengan konsep modern, hal tersebut tak berpengaruh besar terhadap kelangsungan Warkop Ongaku. Menurutnya, para penggemar kopi tentunya pasti memiliki selera yang berbeda-beda. Warkop Ongaku memiliki apa yang tidak dimiliki tempat-tempat lainnya.

“Sepertinya tidak berpengaruh (banyaknya café). Karena pengunjung kita di sini mencakup semua kalangan. Bahkan sampai saat ini, pengunjung kita semakin hari semakin bertambah,” jelasnya.

Kendati demikian, Ana juga menuturkan bahwa salah satu yang cukup berdampak saat ini adalah wabah pandemi Covid-19. Dia mengatakan selama pandemi, pengunjung yang datang ke Warkop Ongaku berkurang drastis, hingga 60 persen dari sebelumnya. Kondisi tersebut, bahkan sempat membuat Warkop Ongaku mengurangi jam operasional.

“Untuk sekarang Puji Tuhan sudah perlahan kembali normal. Kita buka seperti biasanya lagi, yakni dari pukul 05.00 sampai dengan pukul 18.00,” terangnya.

Sementara itu, salah satu pelanggan Warkop Ongaku, Reza Boy menilai bahwa Warkop Ongaku memang memiliki keunikan tersendiri dibanding warkop-warkop lainnya yang ada di Bengkayang. Pria yang merupakan pendatang dari Kabupaten Mempawah tersebut mengungkapkan Warkop Ongaku menyajikan rasa kopi yang berbeda dari tempat-tempat ngopi lainnya.

“Terutama soal rasa ya. Warkop Ongaku punya kopi yang berbeda jika dibandingkan dengan lain. Terlebih lagi suasana di sini sangat nyaman dan serasa kembali ke tahun 1990-an. Ini sangat cocok untuk rileks bersama  kerabat ketika libur bekerja,” ungkapnya. (*)

error: Content is protected !!
Hubungi Kami!