Warna Busana Sesuai Golongan Darah

SWAFOTO: Para relawan donor darah di Kecamatan Binjai Hulu swafoto bersama dengan Forkompincam Binjai Hulu di halaman Kantor Camat Binjai Hulu, kemarin. ISTIMEWA

SINTANG – Ratusan relawan donor darah di Kecamatan Binjai Hulu akhirnya ditetapkan. Relawan donor darah ini dibentuk setelah adanya bank golongan darah yang terbentuk di kecamatan.

Camat Binjai Hulu, Kusnidar mengungkapkan, pihaknya telah kerap melakukan kegiatan donor darah ini. Setidaknya sudah dilakukan selama dua tahun berturut-turut. Kendati sebelumnya relawan ini belum dibentuk, namun kegiatan tetap terus dilangsungkan di pusat kecamatan.

“Nah, pada tahun 2020 ini kita sudah membentuk relawan, relawan ini terdiri dari berdasarkan golongan darah dan setiap desa tahun ini awal kita ambil satu desa 3 orang pergolongan darah. Jadi ada 4 golongan darah, ada 12 orang di kali 12 desa, jadi sekitar seratus lebih. Kita bersyukur masyarakat di desa siap menjadi relawan,” ungkap Kusnidar.

Sebelumnya, pembentukan struktur yang masih sederhana. Hal ini dilakukan agar mendapat kepercayaan dan diakui di elemen masyarakat.

Dia juga bercerita, terkait pembentukan relawan tersebut tidak mudah proses yang dilalui. Ada proses yang cukup panjang untuk bisa melalui proses pembentukan relawan donor darah ini.

“Kita juga bersyukur ada pihak puskesmas sebagai ujung tombak terdepan untuk menganalisa yang layak. Sebab, mesti ada pendampingan dari tenaga kesehatan untuk melalui mekanisme kesehatan dalam donor darah. Maka saya minta kalau screening ini harus dilakukan pada saat masyarakat itu benar-benar steril saat ingin mendonor darahnya,” jelasnya.

Pada kesempatan tersebut, Camat Binjai Hulu juga memperkenalkan agar relawan yang sudah bersedia mendonorkan darah bisa didata agar mudah diketahui. Pihaknya juga berencana untuk memberikan seragam berwarna yang bertujuan sebagai identitas kriteria golongan darah.

“Seragam merah golongan darah A, seragam biru golongan darah B, seragam hijau golongan darah AB, dan seragam orange golongan darah O,” terang Kusnidar.

Selain itu, Kusnidar juga meminta setiap desa dianggarkan dan dibina oleh Pemerintah Desa (Pemdes) yang nantinya akan dianggarkan dan dibina bersama perawat dan bidan desa yang dilakukan secara berkelanjutan.

“Untuk tahun ini kita mulai, untuk internal Kecamatan Binjai Hulu, khusus untuk menangani ibu-ibu bersalin, dan kondisi-kondisi darurat di kecamatan. Kita liat perkembangan ke depan, saya berharap Binjai Hulu ini siap untuk kecamatan di Kabupaten Sintang, jadi Binjai Hulu ini untuk semua. jadi Dinas Kesehatan bisa mengakses,” bebernya lagi.

Sementara, Anggota DPRD Kabupaten Sintang dari Komisi C, Melkianus juga menyampaikan, selaku mitra pemerintah, dirinya sangat mendukung langkah yang telah dilakukan oleh pihak Kecamatan Binjai Hulu.

“Ini adalah bentuk dari kemanusiaan yang bisa kita lakukan dan memang mesti dilakukan secara berlanjut,” singkat Melkianus.

Dirinya juga berharap, ke depan ini bisa dilakukan dan diterus kembangkan di daerah lainnya di Kabupaten Sintang.

“Yang saya tahu, ini tempat yang pertama atau kecamatan yang pertama di Kabupaten Sintang, ini tentunya berkat kerjasama selutuh elemen masyarakat baik kecamatan, puskesmas, para kades dan lainnya. Kegiatan ini harus dilanjutkan dan dipertahankan,” tandasnya. (fds)

error: Content is protected !!