Waspada Bahaya Varian Mu dan Lambda, Perjalanan Penyakitnya Lebih Panjang

Kepala Dinas Kesehatan Kalimantan Barat, Harisson

PONTIANAK – Kondisi penularan Covid-19 di Kalimantan Barat (Kalbar) berangsur membaik. Hal itu bisa dilihat dari indikator Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) yang sebagian daerah sudah turun ke level 2. Meski demikian, semua pihak diingatkan untuk terus waspada mengingat masih ada ancaman masuknya virus varian Mu dan Lambda.

Seperti dijelaskan Kepala Dinas Kesehatan Kalbar Harisson, kemarin. Sesuai Instruksi Menteri Dalam Negeri (Inmendagri) Nomor 44 Tahun 2021, hanya ada tiga daerah yang masih berada di PPKM level 3, yakni Kota Pontianak, Kabupaten Sambas dan Kayong Utara. Sementara 11 daerah sisanya sudah berada di PPKM level 2.

“Jadi berdasarkan evaluasi kita, PPKM di Kalbar ini turun levelnya. Sebelumnya dari level 4 ke level 3, sekarang dari level 3 sudah menuju ke level 2. Hanya 3 kabupaten/kota yang berada pada level 3, sementara 11 kabupaten/kota lain itu berada pada level 2,” ungkapnya, Selasa (21/9).

Walaupun sudah semakin membaik, ia tetap mengingatkan agar masyarakat, satgas dan pemerintah kabupaten/kota yang berada pada level 2 tidak lengah. Karena saat ini Indonesia masih menghadapi ancaman varian Mu dan Lambda. Para ahli epidemiologi memperkirakan akan terjadi lonjakan kasus atau gelombang ketiga pada bulan Desember mendatang.

“Varian Mu dan Lambda ini perjalanan penyakitnya lebih panjang. Kalau varian Delta itu kemarin di bulan Juni, Juli lalu Agustus turun. Kalau varian Mu dan Lambda diperkirakan akan berlangsung 4-5 bulan,” katanya.

Untuk itu, semua diingatkan agar benar-benar berhati-hati. Masyarakat harus tetap disiplin menerapkan protokol kesehatan dalam setiap kegiatan karena akan terus hidup berdampingan dengan virus corona. Jika tidak hati-hati, daerah ini bisa kembali mengalami hal-hal yang darurat seperti di bulan Juni-Juli lalu di mana rumah-rumah sakit mulai penuh. Daerah kekurangan stok oksigen termasuk obat-obatan. Untuk itu, antisipasi menghadapi potensi lonjakan kasus pada Desember mendatang dinilai sangat perlu.

“Pemprov Kalbar sebenarnya sudah mengambil langkah-langkah, kita sudah menyiapkan rumah sakit, oksigen konsentrator, sudah menyiapkan bagaimana skema nanti seandainya kita harus kembali mengimpor oksigen dari Malaysia. Kami juga sudah berusaha semaksimal mungkin untuk menutup jalan virus masuk ke Kalbar,” pungkasnya. (bar)

error: Content is protected !!
Hubungi Kami!