Waspada Pasang Bersamaan Curah Hujan

AIR PASANG: Pengendara melintas di Jalan Gajah Mada yang tergenang akibat pasang air laut. Pengendara yang melintas harus lebih waspada karena terhambat laju kendaraan.

Diperkirakan merupakan puncak pasang tertinggi, namun dampak dari kondisi ini bisa tambah tinggi jika bersamaan juga terjadi curah hujan yang tinggi

Mara Sahran Hasibuan

PONTIANAK – Masyarakat di pesisir Sungai Kapuas diharapkan waspada dampak banjir Rob beberapa hari ke depan yang terjadi pada subuh hingga siang hari. BMKG – Stasiun Meteorologi Maritim Pontianak mengimbau bagi yang bermukim dan beraktivitas di sekitaran pesisir pantai Kalimantan Barat untuk mewaspadai dampak dari gelombang tinggi yang terjadi di wilayah perairan Kalimatan Barat.

Prakirawan, Mara Sahran Hasibuan mengatakan, diprakirakan puncak pasang masih akan terjadi hingga 19 Januari 2021 dengan ketinggian mencapai 1,7 meter. “Berdasarkan dari tabel prakiraan pasang surut yang dikeluarkan Pushidros, maka diperkirakan kondisi pasang tinggi ini berlangsung hingga sekitar 19 Januari 2021. Dengan jam Pasang terjadi pada subuh hingga siang hari,” katanya.

Dia mengingatkan, untuk lebih waspada pada 14 hingga 17 Januari 2021. Diprakirakan pada tanggal ini, pasangnya lebih tinggi 10 cm dari kemarin, Rabu (13/1). “Tanggal ini diperkirakan merupakan puncak pasang tertinggi, namun dampak dari kondisi ini bisa tambah tinggi jika bersamaan juga terjadi curah hujan yang tinggi,” timpalnya.

Menurut dia, berdasarkan tabel prakiraan pasang surut yang dikeluarkan oleh Pushidros, diperkirakan tertinggi di angka 1,7 meter. Kemudian diprakirakan pada 20-25 Januari 2021 kondisi pasang akan menurun.  Ketinggian air kembali naik pada akhir bulan, dimulai dari 26 Januari 2021 dengan ketinggian diperkirakan hingga 1,7 meter.

Sedangkan untuk kondisi gelombang, Mara Sahran mengatakan hampir seluruh perairan di Kalimantan Barat harus diwaspadai. Menurutnya, untuk kondisi gelombang mulai dari Laut Natuna Utara, Perairan Kepulauan Anambas hingga Kepulaua Natuna, Laut Natuna, dan Perairan Sambas Bagian Utara kondisi gelombang diperkirakan hingga tiga hari kedepan masuk kategori Tinggi hingga Sangat Tinggi berkisar dari 2.5 hingga 6 meter.

“Untuk Perairan Pontianak-Mempawah, Perairan Ketapang, Perairan Kepulauan Karimata untuk tiga hari ke depan kondisi gelombang diperkirakan masuk kategori sedang yaknu 1.25 hingga 2.5 meter dan menurun ke kategori rendah pada tanggal 15 Januari 2021 malam harinya,” katanya.

Untuk pengguna jalur pelayaran dan para nelayan yang akan beraktivitas di perairan Kalimantan Barat untuk waspada dan perhatikan kembali prakiraan tinggi gelombang yang di keluarkan oleh BMKG.

Sementara itu, Wali Kota Pontianak, Edi Rusdi Kamtono memandang kondisi Kantor Lurah Sungai Jawi Luar di Kecamatan Pontianak Barat sudah tidak layak lagi untuk digunakan. Pernyataan itu ia sampaikan ketika meninjau lokasi kantor lurah yang kebanjiran akibat pasang air laut, Rabu (13/1) pagi.

“Kita (Pemkot Pontianak) sedang mencari lahan sebagai lokasi Kantor Lurah Sungai Jawi Luar. Kondisi kantor sekarang sudah tidak layak digunakan. Lahannya juga sempit,” ungkap Edi.

Seperti saat ini (kemarin) kondisi kantor banjir akibat pasang rob. Kemungkinan pasang kembali terjadi hingga tanggal 15 Januari. Edi melanjutkan, dari informasi BMKG, di bulan Januari ini, terdapat dua kali air pasang tinggi.

Akibat Pasang air laut membuat sebagian wilayah Kota Pontianak tergenang. Salah satunya di Kantor Lurah Sungai Jawi Luar ini. Untuk sementara waktu, ia mengintruksikan petugas Kelurahan Sungai Jawi Luar menempatkan papan-papan sebagai titian, agar saat masyarakat masuk untuk mendapatkan pelayanan tidak kebasahan.

Edi melihat secara keseluruhan  kondisi bangunan Kantor Sungai Jawi Luar sudah tidak  layak. Rencana pembangunan kantor baru akan dilakukan apabila lokasi lahan sudah didapat. Untuk anggaran, kemungkinan  bisa di perubahan tahun ini, atau diawal tahun 2022 mendatang dengan target pengerjaan enam bulan selesai.

Mengenai banjir yang menjadi langganan tahunan di Kota Pontianak, diakui Edi memang tidak bisa dielakkan. Dalam upaya meminimalisir kejadian genangan, pihaknya sudah melakukan berbagai upaya. Seperti melakukan interkoneksi parit, perbaikan saluran dan normalisasi parit.

Apa yang dikerjakan itu telah menunjukkan hasil positif. Dimana angka 70 persen wilayah Kota Pontianak yang banjir akibat pasang air laut dapat diturunkan hingga 35 persen. Dimasa sekarang, Edi juga mengimbau masyarakat untuk tetap waspada. Apalagi bagi masyarakat yang  tinggal di daerah tepian Sungai Kapuas dan tak jauh dari parit besar, agak rawan karena bisa saja air masuk ke rumah jika pasang  makin tinggi.

Marsita, warga di Gang Tebu Ceria, Kecamatan Pontianak Barat menuturkan, pasang laut kali ini memang tinggi. Karena air sampai masuk dapur rumahnya. “Sudah lama air pasang seperti ini tak terjadi. Seingat saya, air pasang sampai masuk rumah terjadi 2016 lalu,” ujarnya.

Air pasang, terjadi sejak pukul lima subuh. Di jam enam pagi, air makin meninggi. Puncaknya di jam Sembilan ini, air sampai masuk rumah. Ia berharap, saat pasang air laut, tidak disertai hujan deras. “Mudah-mudahan tidak hujan, karena jika hujan voulume air yang masuk ke rumah makin tinggi,” tandasnya.(iza/mrd)

error: Content is protected !!