Work From Home  di Tengah Wabah Covid-19

Penularan virus corona covid-19 di Indonesia membuat masyarakat semakin khawatir. Dampaknya banyak perusahaan yang mengalihkan pekerjanya untuk mulai bekerja di rumah atau work from home (WFH). Bagaimana menjalaninya?

Oleh: Ghea Lidyaza Safitri

Work from home (WFH) mulai dilakukan beberapa instansi, baik pemerintahan maupun swasta sejak satu Minggu. WFH sendiri diartikan dengan bekerja dari rumah, sehingga seseorang tidak perlu ke kantor untuk menyelesaikan pekerjaan dan mencegah risiko tertular virus corona covid-19.

Psikolog Yulia Ekawati Tasbita, S.Psi menjelaskan seseorang tidak bisa mengukur seberapa efektif WFH ini. Namun, harus diterapkan. Sebab, Indonesia dalam situasi dan kondisi yang mendesak. Terlebih WFH diperkuat dengan imbauan pemerintah yang tengah aktif mengampanyekan social distancing. WFH bisa berjalan efektif selama ada komitmen antara perusahaan dan karyawan itu sendiri.

“WFH bisa dikatakan efektif apabila perusahaan-perusahaan yang menerapkannya bisa melakukan pekerjaan di rumah dengan baik, tanpa kendala,” jelasnya.

Yulia mengatakan tidak ada salahnya jika perusahaan mencari tahu terlebih dulu tentan WFH dan bisa menyiapkan strategi yang akan dijalankan.

“Perusahaan pasti sudah mengetahui apa marketnya serta bidang pekerjaan dari bisnisnya,” kata Yulia.

Yulia menyarankan agar komunikasi tidak putus saat bekerja dari rumah. Justru komunikasi harus lebih intensif seperti dengan rapat-rapat online, WhatsApp grup dan sarana komunikasi apa pun yang bisa dilakukan. Kemudian, pengiriman laporan kerja yang harus terdata di hari itu.

“Karena harus ada capaian kinerja, baik dalam waktu harian, mingguan atau bulanan. Bergantung berapa lama WFH ini dijalankan,” ujarnya.

Psikolog di Persona Consulting Pontianak menuturkan ketika WFH dijalankan, karyawan sudah harus mempersiapkan diri. Bukan hanya perusahaan, tapi diri sendiri juga harus siap. Karena tantangan menjalankan WFH  begitu besar. Tentu karyawan harus menjaga konsetrasi selama menjalankan WFH. Harus menyiapkan tempat khusus untuk bekerja.

Dan yang perlu dihindari adalah jangan sembari mengerjakan hal lain. Terkadang saat berada di rumah diri kerap tergoda, misalnya bekerja sambil nonton, makan, dan sebagainya.

Yulia mengungkapkan dampak positif bekerja di rumah karyawan bisa lebih banyak waktu bersama keluarga. Waktu jadi lebih fleksibel karena punya waktu lebih leluasa, sehingga tidak terburu-buru pergi ke kantor.
Meski bekerja di rumah, karyawan harus memperhatikan kedisiplinan.

“Negatifnya? Tentu konsentrasi tidak bisa fokus 100 persen. Terkecuali yang bersangkutan punya ruangan kerja khusus dan tidak diganggu anggota keluarga yang lain, termasuk anak. Karena anak seringkali bolak-balik mendekati orang tuanya. Hal-hal seperti ini benar-benar harus diperhatikan,” ungkap Yulia.

Yulia menambahkan perusahaan juga bisa memberikan fasilitas tertentu jika memang dibutuhkan. Misalnya, ada perangkat teknologi yang bisa karyawan bawa, diberikan kuota lebih dan sebagainya. “Karena mau tidak mau diri dipaksa tetap produktif,” tambahnya. **

 

Read Previous

Covid-19 Kian Parah, Pemda se-Kalbar Harus Segera Ubah APBD

Read Next

Klub Di Bawah Tekanan UEFA dan Regulator Liga

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *