Wujudkan Pengelolaan Zakat Profesional

PEMAPARAN : Erie Sudewo, saat memberikan pemaparan dalam kegiatan Talk Show Zakat, yang digelar oleh Dompet Ummat dengan FEB Untan, Senin (26/8). SITI/PONTIANAK POST

PONTIANAK – Mengelola zakat sama halnya dengan mengelola pajak. Hal itulah yang ditekankan oleh Erie Sudewo, Pendiri Dompet Dhuafa Republika, saat menjadi pembicara dalam kegiatan Talk Show Zakat, yang digelar oleh Dompet Ummat dengan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Tanjungpura (FEB Untan), Senin (26/8).

Bertempat di ruang sidang di fakultas tersebut, acara yang mengangkat tema ‘Profesional Pengelolaan Dana Ummat’ ini, mengundang lembaga penghimpunan dana umat di Kalimantan Barat. “Mengelola dana zakat itu seperti mengelola pajak. Maka diperlukan profesionalitas,” kata Erie.

Dia mencontohkan bagaimana Lembaga Kemanusiaan Global Aksi Cepat Tanggap (ACT) mendapatkan kepercayaan yang begitu luar biasa dari masyarakat Indonesia. Pada saat bencana melanda Palu misalnya, kata dia, donasi yang dipercayakan oleh lembaga tersebut mencapai puluhan miliar rupiah dalam waktu setengah hari saja. Dari dana-dana ini, banyak posko yang didirikan oleh ACT. “Bahkan pemerintah kalah cepat dari ACT,” kata dia.

Lantas mengapa lembaga tersebut dipercaya oleh masyarakat? Menurut Erie karena dana umat yang dihimpun tersebut dikelola dengan profesional dan tepat sasaran. Melalui banyak program, dana dari masyarkat tersebut, menurutnya digunakan untuk kemanfaatan yang sebesar-besarnya bagi masyarakat.

Kepala Prodi Ekonomi Islam FEB Untan, Bustami, dalam kesempatan tersebut, menjelaskan tentang pentingnya memanfaatkan dana umat bagi kesejahteraan masyarakat. Dia bilang, lembaga penghimpunan dana umat jangan berbangga bila saldo yang dimiliki besar.

Justru sebaliknya, mereka harus berupaya menghabiskan dana yang ada untuk berbagai program pemberdayaan yang tepat sasaran. “Jangan bangga saldo masjid banyak, tapi ternyata jamaahnya ada yang tidak sejahtera. Selain memakmurkan masjid, ada juga yang mesti dimakmurkan oleh masjid,” kata dia.

Aries Pratama, dari Dompet Ummat menambahkan, kegiatan Talk Show Zakat yang diikuti 21 lembaga itu, digelar dalam rangka memperbarui semangat dan pengetahuan, supaya tercipta profesionalitas. Zakat yang merupakan kewajiban bagi umat Islam menurutnya perlu dikelola secara profesional serta penggunannya yang tepat sasaran. “Kita sebagai lembaga zakat itu harus profesional dalam melaksanakan amanah dari masyarakat,” ungkap dia.

Dengan profesionalitas itu, tambah dia, diharapkan akan meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap lembaga penghimpunan dana umat. Dengan begitu pula, akan semakin banyak yang melaksanakan kewajibannya dalam berzakat, maupun amalan sunnah lainnya seperti infak dan sedekah. (sti)

loading...