ZAKAT BISNIS IKAN ARWANA

opini pontianak post

TANYA JAWAB SEPUTAR ZAKAT
Bersama
Rasiam, MA
Dosen Ekonomi Syariah IAIN Pontianak
Dewan Pengawas Syariah Dompet Ummat Kalbar
Kontak konsultasi: email: rasiamdwi@gmail.com

Pertanyaan:
Assalamu’alaikum
Saya punya usaha arwana. Meski tak terlalu besar hasil penjualannya tapi saya ingin membayar zakat apakah diperbolehkan dan berapa persenkah yang harus saya keluarkan ?
Jawaban:
Waalaikum salam warahmatullah wabarakatuh.
Terima kasih atas pertanyaan saudara semoga jawaban yang saya tulis ini bisa memberikan jalan terbaik dalam pengelolaan harta berupa ikan hias arwana yang saudara miliki sehingga meraih barokah dan ridha Allah SWT.
Senantiasa berdoa kepada Allah SWT, semoga kita terhindar dari berbagai macam cobaan hidup, kekurangan pangan, penyakit-penyakit, wabah serta perbuatan keji dan mungkar baik zahir maupun batin yang sedang melanda negeri ini. Aamiin.
Di dalam fiqih, binatang ternak yang wajib dizakati hanya ada tiga macam, yaitu onta, sapi, dan kambing. Masing-masing binatang ini mempunyai nishab (ukuran) wajib zakatnya. Antara zakat onta, sapi dan kambing mempunyai hitungan masing-masing dan bisa dijelaskan di lain waktu. Hal ini berdasarkan beberapa hadits yang menegaskan kewajiban zakat pada ketiga jenis binatang ternak tersebut. Mengapa hanya tiga macam binatang ini? Hikmah di baliknya antara lain karena banyaknya manfaat binatang-binatang tersebut bagi manusia; air susunya baik untuk kesehatan, mudah dikembangbiakkan, dan lain sebagainya.
Sementara ikan arwana tidak termasuk dalam kategori ketiga hewan wajib zakat di atas. Hanya saja bisa masuk pada kategori zakat perdagangan ikan hias yang saudara miliki. Sama halnya dengan zakat perdagangan ternak pada ayam dan bebek. Adapun syarat-syarat zakat pada usaha arwana saudara yaitu telah mencapai nishab (batas jumlah wajib zakat), haul (mencapai satu tahun hijriah), dipelihara, dan hewan tersebut tidak dipekerjakan.
Adapun cara zakat perdagangan ikan hias saudara sama halnya dengan zakat perniagaan pada umumnya yaitu setelah mencapai nishab dan mencapai satu tahun (haul) maka saudara wajib mengeluarkan zakat sebesar 2,5%.
Namun bisa saja zakat dari hasil penjualan ikan hias saudara dikeluarkan setiap panen (jual). Ini mengacu pada zakat profesi bahwa saudara telah melakukan usaha profesi sebagai peternak ikan hias. Cara menghitung zakatnya sebagai berikut. Misalnya hasil penjulan ikan hias saudara Rp. 50.000.000/panen. Maka zakatnya adalah Rp. 50.000.000 x 2,5 % = Rp. 1.250.000/panen.
Demikian, wallahua’lam bissawab.

loading...