Zakat Maal (Harta)

opini pontianak post

Pertanyaan:

Assalamu’alaikum Wr.Wb.
Mohon penjelasan tentang zakat maal. Terima kasih.

Jawaban:

Wa’alaikum salam warahmatullah wabarakatuh.
Terima kasih atas pertanyaan Bapak. Semoga jawaban ini bisa memberikan jalan terbaik dalam pengelolaan harta yang Bapak miliki sehingga meraih berkah dan ridha Allah SWT. Semoga Bapak senantiasa dianugerahi kesehatan zahir dan batin.
Senantiasa berdoa kepada Allah SWT, semoga kita terhindar dari berbagai macam cobaan hidup, kekurangan pangan, penyakit-penyakit, wabah serta perbuatan keji dan mungkar baik zahir maupun batin yang sedang melanda negeri ini. Aamiin.
Secara bahasa, maal artinya harta yaitu segala sesuatu yang diinginkan sekali oleh manusia untuk memilikinya karena mempunyai nilai dan manfaat. Sedangkan menurut istilah, harta adalah segala sesuatu yang dapat dimiliki (dikuasai) dan dapat digunakan (dimanfaatkan) dengan syarat-syarat pertama, dapat dimiliki, dihimpun, dikuasai. Kedua, dapat diambil manfaatnya. Contoh harta adalah uang, emas, perak, rumah, mobil, ternak, pertanian, kebun, perusahaan yang bergerak.
Zakat maal adalah zakat selain zakat fitrah. Zakat maal terdiri dari zakat uang tabungan, emas, perak, pertanian, perkebunan (buah-buahan), perniagaan, peternakan, pertambangan dan termasuk zakat profesi. Zakat dari semuanya ini mempunyai ketentuan yang berbeda-beda. Hanya saja selama ini zakat maal identik dengan zakat harta berupa uang yang tersimpan baik di rumah maupun di bank, emas, dan perak.
Adapun hukum zakat maal ini fardhu ‘ain atau wajib bagi siapapun yang kekayaannya sudah mencapai ukuran satu haul dan mencapai nishab. Dasar hukumnya adalah QS al-Baqarah ayat 267, “Wahai orang-orang yang beriman, infakkanlah sebagian dari hasil usahamu yang baik-baik dan sebagian dari apa yang Kami keluarkan dari bumi untukmu….”.
QS. At-Taubah; 103: “Ambillah zakat dari sebagian harta mereka, dengan zakat itu kamu membersihkan dan menyucikan mereka dan mendoalah untuk mereka.”
Adapun rukun dari zakat maal adalah niat, muzakki (orang yang zakat), mustahik (orang yang menerima zakat) dan barang yang akan dizakatkan. Sementara syarat-syarat zakat maal meliputi beragama Islam, merdeka, sudah mencapai nishab, sudah mencapai satu tahun (haul), dan milik pribadi.
Adapun besaran dari zakat maal adalah 2,5 % dari harta saudara yang telah mencapai nishab setara dengan 85 gram emas, dan telah mencapai haul yaitu satu tahun. Katakanlah harga emas saat ini Rp. 910.000/gram, maka tinggal dikalikan dengan 85 gram. Misalnya, 85gram x Rp. 910.000,- = Rp. 77.350.000,-. Angka inilah nishab harta Bapak dan wajib dikeluarkan 2,5% nya.
Mari kita hitung. Jika harta Bapak sebesar Rp. 77.350.000,- maka zakat yang wajib dikeluarkan adalah Rp. 77.350.000 x 2,5% = Rp. 1.933.750,-
Wallahu a’lam bisshawab.

loading...