Zakat Penangkaran Burung Walet

opini pontianak post

Pertanyaan:
Assalamu’alaikum Wr.Wb
Saya mempunyai usaha rumah burung walet, ada dua tempat usaha saya. Saya mau berzakat untuk rumah walet saya, tapi saya tidak tahu berapa yang harus saya keluarkan. Mohon penjelasannya. Terimakasih

Jawaban:
Waalaikum salam warahmatullah wabarakatuh..
Terima kasih atas pertanyaan bapak semoga jawaban ini bisa memberikan jalan terbaik dalam pengelolaan harta berupa uang pensiun yang bapak miliki sehingga meraih barokah dan ridha Allah SWT. Dan semoga bisnis penangkaran sarang burung walet bapak berjalan dengan lancar.
Senantiasa berdoa kepada Allah SWT, semoga kita terhindar dari berbagai macam cobaan hidup, kekurangan pangan, penyakit-penyakit, wabah serta perbuatan keji dan mungkar baik dhahir maupun bathin yang sedang melanda negeri ini. Aamiin.
Zakat sarang atau penangkaran burung walet seperti yang saudara lakukan ini dijelaskan dalam Kompilasi Hukum Ekonomi Syariah (KHES) yaitu berada satu bab dengan zakat madu dan sesuatu yang dihasilkan dari binatang, terdapat pada bagian keenam pasal 677 yaitu pasal (2) zakat diwajibkan pula terhadap sesuatu yang dihasilkan dari bintang seperti susu, telur, sarang burung, sarang ulat sutera, dan lain-lain. Ketentuannya mengikuti ketentuan zakat barang-barang yang bernilai ekonomis. Pada pasal 678 nya ayat (2) disebutkan bahwa besar nisab barang-barang bernilai ekonomi adalah 85 gram emas.
Adapun besaran wajib zakat pada burung walet terdapat beberapa perbedaan, ada mengatakan mengikuti zakatnya madu yaitu 5% dari 70 Kg madu. Ada juga yang menqiyaskan zakat burung walet ini ke zakat pertanian padi. Besaran zakatnya yaitu 5% per panen. Besaran zakat 5% penangkaran sarang burung walet ini karena pada awal usaha membutuhkan biaya pembangunannya dan biaya-biaya lainnya.
Jika mengikuti pendapat ini maka sudah bisa dihitung zakat yang wajib bapak keluarkan. Misalnya, penghasilan walet bapak setelah panen menghasilkan Rp. 300.000.000,- maka tinggal dikeluarkan sebanyak 5%. Contoh, Rp. 300.000.000 x 5% = Rp. Rp. 15.000.000,- zakat yang mesti dikeluarkan.
Akan tetapi kebanyakan berpendapat bahwa zakat sarang burung walet sama dengan zakat kekayaan yaitu 2,5 %. Sementara nishab sudah jelas yaitu setara dengan 85 gram emas yaitu mengikut zakat barang-barang bernilai ekonomis.
Jadi, bapak yang terhormat hitung dulu penghasilan usaha walet bapak, jika mencapai nishab yaitu setara dengan 85 gram emas maka sudah dikenai zakat 2,5 %. 85 gram emas jika dirupiahkan yaitu 85 gram emas x Rp. 500.000 = Rp. 42.500.000. inilah jumlah nishab yang mewajibkan dikeluarkannya zakat burung walet bapak per tahun. Jika penghasilan burung walet bapak mencapai Rp. 3.000.0000.000/tahun, maka zakatnya adalah Rp. 3.000.000.000 x 2,5 % = Rp. 75.000.000/tahun.
Demikian, wallahua’lam bishshawab. (*)

loading...