PTPN XIII Zero Tolerance Terhadap Tindakan Rugikan Perusahaan

TEGAS: Komitmen PTPN XIII terhadap prinsip zero tolerance terlihat dari diambilnya langkah tegas  terhadap karyawan yang diduga melakukan kecurangan dan menyebabkan perusahaan mengalami kerugian. SITI/PONTIANAK POST

PONTIANAK—PTPN XIII melakukan perbaikan kinerja perusahaan dengan melakukan perubahan-perubahan radikal dalam seluruh proses bisnis yang diformulasikan dalam kebijakan strategis yang meliputi konsolidasi internal, penataan portofolio bisnis, cash in without interest serta financial restructuring.

Pada tataran pelaksanaan, salah satu kunci dari kesuksesan Kebijakan strategis adalah perubahan pola pikir seluruh insan perusahaan untuk mengelola perusahan yang dilandasi semangat, nilai-nilai dan kultur integritas dengan memelihara kejujuran dan tanggung jawab dalam setiap tindakan. Oleh sebab itu penerapan zero tolerance terhadap penyimpangan dan perilaku yang tidak patut sesuai standar etik dan peraturan perundangan yang berlaku menjadi sangat penting.

Komitmen PTPN XIII terhadap prinsip zero tolerance terlihat dari diambilnya langkah tegas  terhadap karyawan yang diduga melakukan kecurangan dan menyebabkan perusahaan mengalami kerugian, yaitu dengan melaporkan tindakan tersebut kepada pihak yang berwajib untuk mendapat penanganan hukum.

Beberapa temuan kecurangan yang telah dikaji secara internal oleh PTPN XIII melalui Satuan Pengawasan Intern (SPI), telah dilaporkan kepada Polda Kalbar. Beberapa kecurangan itu, antara lain dugaan penggelapan atau penyalahgunaan dana oleh oknum karyawan untuk mengurus pengajuan sertifikat Indonesian Sustainable Palm Oil (ISPO), serta korupsi bahan bakar di pabrik kelapa sawit (PKS) perusahaan di Ngabang, Kabupaten Landak.

Kepala Bagian Sekretaris Perusahaan Ahmad Ridwan, Selasa (22/9), mengatakan, kecurangan itu sudah berlangsung sejak beberapa tahun yang lalu. Pihaknya sudah memberikan sanksi internal kepada oknum karyawan dengan tujuan dana yang diselewengkan itu dikembalikan. Namun oknum tersebut tidak memiliki itikad baik untuk mengembalikan dana yang telah diselewengkan sehingga akhirnya PTPN XIII melaporkan perbuatan yang bersangkutan kepada Polda Kalbar.

“Kami menyerahkan sepenuhnya kasus ini ke Polda Kalbar. Kami percaya bahwa penegak hukum bekerja secara profesional,” tutur dia.

Langkah ini diambil perusahaan agar tidak ada pembiaran terhadap oknum karyawan yang melakukan kecurangan dan memberikan efek jera kepada para pelaku. Selain itu efek jera ini  diharapkan menjadi upaya preventif terhadap karyawan lain untuk bekerja secara profesional dan tidak memanfaatkan kesempatan untuk melakukan tindakan-tindakan penyelewengan yang dapat merugikan perusahaan termasuk memanfaatkan aset perusahaan untuk kepentingan kelompok tertentu atau pribadi.

Pihaknya berharap, tidak ada lagi kecurangan-kecurangan sejenis di tubuh PTPN XIII. Perusahaan, dikatakan dia, saat ini sedang fokus untuk terus memperbaiki kinerja, agar memberikan kesejahteraan bagi masyarakat dan kemajuan bagi bangsa dan negara.

“Dan perlu diingat bahwa prinsip tidak ada toleransi terhadap tindakan kecurangan yang merugikan Perusahaan akan terus dilakukan secara konsisten sehingga tercipta iklim perusahaan yang bersih dan kondusif untuk perbaikan kinerja perusahaan,” ujarnya. (sti/ser)

 

error: Content is protected !!